Liburan semester telah tiba, namun kesibukan masih saja bergelayut manja. Surabaya masih saja menjadi sahabatku apalagi kampus yang tiap hari menjadi tempat tujuanku. Padahal, yang lain sudah mengembara entah kemana. Tapi kunikmati saja kesibukanku serta kuyakini ini tak akan sia-sia. Setelah diri semakin penat dan hasrat bertemu sahabat sudah tak dapat dicegat, akhirnya kuputuskan untuk pulang dengan membawa setumpuk pekerjaan. Magetan aku dataaanngggg....
Liburan ini memang mendedikasikan diri untuk saling bertemu diantara lima sahabat KWACI-ku. Kesibukan masing-masing membuat kami jarang berjumpa,bertukar cerita seputar kehidupan serta rutinitas yang ada dan tak jarang saling menggoda mengenai calon pasangan hidup juga.Maklum, Para cewek "jilbabers" ini tak jauh beda dengan wanita lainnya. Selalu rame apabila sudah berjumpa dan berkumpul bersama. Apa mungkin sudah kodrat wanita kali ya?hehehe...
Sahabat KWACI? Mungkin memang terdengar aneh di telinga. Nah, itu merupakan julukan kami sewaktu di SMA. Berawal dari kami berlima yang iseng-iseng ingin berbisnis kecil-kecilan buat beli suatu barang tanpa minta uang orang tua. tercetuslah ide untuk berjualan serta hasil musyawarah memutuskan ide untuk jualan Kwaci. Yak, Kwaci merupakan biji bunga matahari yang biasanya menjadi simbol makanan Hamster. Tapi jangan salah para manusia pun menyukai makanan ini, karena sensasinya membuat ketagihan. Buktinya bisnis jual kwaci kami laku keras loo... Sahabat KWACI terdiri dari lima perempuan berjilbab. Aku yang sekarang kuliah di Psikologi Unair, Lutfia yang biasa dipanggil "Upik" di Teknik Kimia ITS, Ika di Teknik Industri ITS, Lestari alias "mbet" di Ekonomi IPB dan yang terakhir sari atau biasa dipanggil "dek sar" karena memang paling muda diantara kami dan sekarang di FTP Universitas Jember.
Ayeeyyy,, liburan ini kami bertemu. Tapi, kurang lengkap rasanya. Hari pertama aku tak bisa ikutan berkumpul dan bernostalgia ketika jaman SMA karena aku baru perjalanan pulang. Hari kedua juga demikian, terpaksa aku harus stay dirumah menemai mbah putri karena pembantu tak ada serta tak ada motor untuk ikut bergabung. Mereka pergi kerumah Ika, Ke Jalan tembus Magetan-Karanganyar dan ber-ending menginap di rumah "mbet" di daerah poncol yang berbatasan dengan Wonogiri. Hari ketiga, kami sepakat menginap dirumah Upik dan esoknya mbolang ke Solo. Namun, kali ini tetap tak lengkap. Ika tak bisa ikut bergabung. Akhirnya kami ber-empat lah yang mbolang bersama. Meski diantara kami tak ada yang tau Solo dan sekitarnya. Tapi, kami tak kehilangan akal untuk tetap mbolang bersama dengan bermodalkan mulut untuk bertanya.
Sampai Jumpa di liburan selanjutnyaaa...
Semoga Allah senantiasa melindungi kita dan meridhoi segala keinginan dan cita-cita...
Serta tak lupa semoga Allah mengirimkan Jodoh yang terbaik untuk kita di dunia maupun di Surga-NYA,amiinnn.... ^_^



