Page

27 Januari 2012

Kwaci..Kwaci..Kwaci..

Liburan semester telah tiba, namun kesibukan masih saja bergelayut manja. Surabaya masih saja menjadi sahabatku apalagi kampus yang tiap hari menjadi tempat tujuanku. Padahal, yang lain sudah mengembara entah kemana. Tapi kunikmati saja kesibukanku serta kuyakini ini tak akan sia-sia. Setelah diri semakin penat dan hasrat bertemu sahabat sudah tak dapat dicegat, akhirnya kuputuskan untuk pulang dengan membawa setumpuk pekerjaan. Magetan aku dataaanngggg....

Liburan ini memang mendedikasikan diri untuk saling bertemu diantara lima sahabat KWACI-ku. Kesibukan masing-masing membuat kami jarang berjumpa,bertukar cerita seputar kehidupan serta rutinitas yang ada dan tak jarang saling menggoda mengenai calon pasangan hidup juga.Maklum, Para cewek "jilbabers" ini tak jauh beda dengan wanita lainnya. Selalu rame apabila sudah berjumpa dan berkumpul bersama. Apa mungkin sudah kodrat wanita kali ya?hehehe...
Sahabat KWACI? Mungkin memang terdengar aneh di telinga. Nah, itu merupakan julukan kami sewaktu di SMA. Berawal dari kami berlima yang iseng-iseng ingin berbisnis kecil-kecilan buat beli suatu barang tanpa minta uang orang tua. tercetuslah ide untuk berjualan serta hasil musyawarah memutuskan ide untuk jualan Kwaci. Yak, Kwaci merupakan biji bunga matahari yang biasanya menjadi simbol makanan Hamster. Tapi jangan salah para manusia pun menyukai makanan ini, karena sensasinya membuat ketagihan. Buktinya bisnis jual kwaci kami laku keras loo... Sahabat KWACI terdiri dari lima perempuan berjilbab. Aku yang sekarang kuliah di Psikologi Unair, Lutfia yang biasa dipanggil "Upik" di Teknik Kimia ITS, Ika di Teknik Industri ITS, Lestari alias "mbet" di Ekonomi IPB dan yang terakhir sari atau biasa dipanggil "dek sar" karena memang paling muda diantara kami dan sekarang di FTP Universitas Jember.


Ayeeyyy,, liburan ini kami bertemu. Tapi, kurang lengkap rasanya. Hari pertama aku tak bisa ikutan berkumpul dan bernostalgia ketika jaman SMA karena aku baru perjalanan pulang. Hari kedua juga demikian, terpaksa aku harus stay dirumah menemai mbah putri karena pembantu tak ada serta tak ada motor untuk ikut bergabung. Mereka pergi kerumah Ika, Ke Jalan tembus Magetan-Karanganyar dan ber-ending menginap di rumah "mbet" di daerah poncol yang berbatasan dengan Wonogiri. Hari ketiga, kami sepakat menginap dirumah Upik dan esoknya mbolang ke Solo. Namun, kali ini tetap tak lengkap. Ika tak bisa ikut bergabung. Akhirnya kami ber-empat lah yang mbolang bersama. Meski diantara kami tak ada yang tau Solo dan sekitarnya. Tapi, kami tak kehilangan akal untuk tetap mbolang bersama dengan bermodalkan mulut untuk bertanya.

Sampai Jumpa di liburan selanjutnyaaa...
Semoga Allah senantiasa melindungi kita dan meridhoi segala keinginan dan cita-cita...
Serta tak lupa semoga Allah mengirimkan Jodoh yang terbaik untuk kita di dunia maupun di Surga-NYA,amiinnn.... ^_^

15 Januari 2012

"Istanaku, Impianku"

Tak sengaja aku membuka file-file kuliahku. Kutemukan tulisan-tulisan jaman semester awal dulu. Tulisan ini adalah hasil karya UAS mata kuliah Filsafat Manusia. Meski tak dapat nilai A tapi alhamdulillah aku puas mendapatkannya. Silakan membaca, tulisan absurd yang entah bermakna atau hanya coretan belaka.


“ISTANAKU, IMPIANKU”
Episode kehidupanku membawa sejuta makna tuk menggapai bintang yang kedipan sinarnya menggambarkan senyuman manis kepuasan dalam singgasana terindah sebuah istana

Hidup bagaikan pilihan manusia untuk merangkai sebuah cerita kehidupan. Merangkai dari sebuah episode-episode yang tak tahu kapan akan berakhir. Cerita yang berharap ending dengan indah dan sempurna.
Hidup ibarat panggung sandiwara. Langkah demi langkah perjalanannya hanya sebuah skenario yang akan ditampilkan untuk menghasilkan sebuah kisah  menarik bagi para penontonnya. Hidup bagai sebuah lukisan. Di dalamnya berhamburan berbagai goresan pena beraneka warna untuk ciptakan suatu makna keindahan. Bahkan hidup laksana sebuah mimpi. Mimpi yang berharap menjadi nyata saat kita terbangun seraya membuka mata.
Aku merupakan dalang sekaligus lakon dari sebuah kehidupanku. Merencanakan, menjalankan, melukiskan, dan melakukan sendiri setiap langkah dan jengkal episode kehidupan. Berawal dari seorang aku yang mungil, tak tahu akan dunia dan tujuan keberadaannya. Hingga, kini mampu melukiskan dan merencanakan apa yang akan terjadi.
Perjalanan panjang yang kulalui dalam hidup ini penuh dengan alur cerita. Alur-alur yang runtut dan berkesinambungan terjadi penuh makna. Senang, sedih, gembira bahkan air mata menghiasi setiap jengkalnya. Tanjakan, turunan, hingga jalan terjalpun menjadi pijakan kedua kaki tuk terus melangkah mencari jalan halus nan mulus. Namun, jalan yang berlubang dan berbatu pun tak dapat dipungkiri kemunculannya. Kadang lubang-lubang dan batu-batu itu dapat membuat kita terjatuh. Dan hanya dua pilihan yang akan terjadi, terduduk pasrah meratapi goresan-goresan luka atau berdiri tegap meneruskan perjalanan hidupku.
Aku seonggok daging yang menapaki setiap kehidupan dengan caraku sendiri. Kehidupan yang kadang kulalui dengan berlari atau kadang dengan berjalan terseok-seok sambil menggendong sebuah beban kehidupan. Beban yang biasanya hampir membuatku putus asa tuk meneruskan episode kehidupan dan memilih menonton sejarah yang telah terjadi. Sejarah yang berupa lembar-lembar bermakna, berisi kejadian rangkaian cerita yang mengisahkan seorang diriku yang ingin menggapai sebuah bintang dilangit. Bintang sebagai impian hidupku tuk dapat menemukan sebuah singgasana terindah dalam istana. Dengan sejarah itulah, jalanku yang terseok-seok berat seperti menemukan sebuah lorong ibarat jalan tol yang bebas hambatan dan berusaha berlari menatap ke depan dengan dada membusung seakan percaya bahwa ini semua tidak hanya mimpi untuk menggapai semua angan itu.
Perjalanan panjang kehidupan itu pasti akan berujung ke suatu tujuan pasti. Tujuan hidupku hanya ingin sampai, merasakan dan tinggal di suatu tempat yang entah dimana adanya. Tempat yang terbentang permadani-permadani serta merupakan singgasana sebuah istana indah bernama ‘surga’ yang di dalamnya terdapat bidadari dan bidadara setia mengkilaukan mata. Taman-taman yang sejuk penuh buah-buahan segar, sungai-sungai berair manis berbagai rasa, sehingga tak kan ada rasa dahaga. Berisikan juga berbagai hadiah perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara serta pakaian dari  sutera.
Kini aku masih terus berjalan untuk mewujudkan impianku menemukan sebuah istana indah dan tinggal di dalamnya. Namun, aku pun tak tahu dimanakah letak tempat itu dan apakah semua impianku itu hanya sebuah imajinasi atau memang nyata? Aku berusaha menjadi diriku sendiri, seorang iis yang terus berjalan serta terus bermimpi menggapai bintang yang kedipan sinarnya menggambarkan senyum manis kepuasan.

14 Januari 2012

tanah rantau aku kembali


Sabtu sore ditemani hujan yang tak kunjung reda, keadaan mengharuskanku kembali ke tanah rantau. Rasa malas menghantui saat waktu semakin menepi. Malas kembali hidup seorang diri dengan segala harapan dan asa tuk kehidupan nanti. Sebenarnya gubuk ini juga terlalu nikmat tuk ditempati. Meski, sekedar gubuk reyot seperti tak berpenghuni.

Kulangkahkan kaki gontai ini dan kupaksakan semangat lagi. Entah itu hanya sebuah paksaan diri. Paksaan tuk siap hadapi perjalanan yang selalu tak diminati. Karena hati ini masih terasa singgah disini. Namun, asa telah menanti. Tuk diwujudkan dalam kehidupan nanti. Kehidupan yang kuharapkan bisa melukis sesimpul senyum dan rasa bangga di hati. Tak lain hati sepasang manusia yang selalu menyemangati, yang selalu mengasihi, yang selalu menjadi tumpuan selama ini.



Surabaya telah menanti.
Melambaikan tangannya tuk mengajakku kembali.
Kembali merantau dengan segala sensasi.

Surabaya telah menjadi kota rantauku kini.
Kota rantau dengan segala kepenatannya.
Hiruk pikuk yang menjadi ciri khasnya.
Keglamoran yang mucul dimanapun juga.
Kesenjangan yang timbul amat terasa.


Tapi, aku tetap ingin seperti anak desa. Dengan segala keluguannya. Karena aku memang aku. Tak ada satupun yang sama denganku. Meski kini kota ini telah menjadi teman hidup hingga suatu saat nanti. Namun, aku masih ingin menjadi diri ini. Hidup apa adanya dan mempunyai impian pasti. Impian yang berharap kan jadi suatu kenyataan nanti.

Perantauan kini aku kembali.
Sambut baik diri ini.
Gadis desa yang hanya ingin wujudkan mimpi.
dan
pelangi di setiap hari.



4 Januari 2012

Good Bye 2011... WELCOME 2012..

Tak terasa waktu memang berjalan begitu cepat bahkan sangat cepat. Waktu 24 jam terasa begitu kurang dengan rutinitas-rutinitas yang ada. Hari itu merupakan hari sabtu yang menurutku tak ada bedanya dengan sabtu-sabtu lainnya. Tapi, tak demikin dengan mayoritas orang di luar sana. Mereka telah mempersiapkan kegiatan dan acara-acara untuk teman begadang. Bahkan sampai toko-toko dan penjual-penjual makanan rela menutup bedaknya hingga berdampak pada anak kostan seperti saya.

Yak, sabtu itu memang tanggal 31. Tanggal dan hari paling akhir di tahun 2011. Tahun yang telah mengajariku segunung arti kehidupan, kesabaran dan arti sebuah keikhlasan. Tahun 2011 membawa berjuta kenangan yang tak dapat di ulang. Kenangan yang manis, asem, asin, pahit atau bercampur aduk  dan tak jarang berasa hambar.

Di tahun 2011 itu juga Allah telah meminta ciptaan-NYA untuk kembali menghadap-NYA. Allah memang meminta dengan jalan tiba-tiba tanpa ada manusia yang dapat menyangka. Sosok manusia yang dekat denganku sejak aku menghirup dunia, sejak aku tak bisa apa-apa hingga aku kini dewasa. Sosok perempuan yang sudah kuanggap seperti ibu yang melahirkanku yang selalu tertawa renyah dan tak ada wajah gundah. Sosok yang mengajariku arti sebuah kesabaran dan ketelitian. Sosok yang aku rindukan ketika aku pulang. Sosok yang selalu jadi partner kedua orang tuaku. Sosok yang menjadi sandaran bagi ibuku. Sosok yang selalu dinantikan mbah putriku. Sosok yang selalu mengumbar senyuman keikhlasan. Kini tinggal doa yang bisa ku lontarkan agar beliau tetap mengumbar senyuman dan meninggalkan hikmah atas sebuah kehidupan.

Kini tahun telah terganti dengan harapan semoga Allah senantiasa melindungi dan aku bisa menjadi seorang pribadi yang bisa menjadi calon penghuni surga-NYA nanti,amiinnn...
selamat datang 2012..
selamat bergabung di kehidupan..
selamat mengisi hari dan waktuku dengan harapan yang tak palsu..




WELCOME 2012