Page

30 Oktober 2011

Celah Dibalik Dinding


Sudah lama semua itu tertimbun bahkan hingga aku hampir lupa. Kenapa akhir2 ini kembali terbuka? Bukankah timbunan itu sudah dalam dan tak terlihat? Ada apa tiba2 muncul kembali? Apakah ada rahasia-Nya dibalik semua ini? Aku hanya bisa berkata, Wallahu a’lam...
Kini aku kembali bisa mengintip dibalik celah kecil itu. Pandangan terbatas dan hanya tertuju pada sumber cahayanya. Meski sekeliling ini dipenuhi cahaya yang menggoda dan berharap menarik perhatianku. Namun, kenapa aku lebih penasaran dengan cahaya dibalik celah itu? Padahal untuk melihatnya saja butuh memicingkan mata yang tak mudah untuk memfokuskannya. Cahayanya samar, kabur bahkan tak jelas. Tapi kenapa itu justru menarik rasa penasaranku? Apakah cahaya itu istimewa? Apakah cahaya itu hanya bias dari cahaya lainnya yang tak berarti apa-apa? aku hanya bisa berkata, wallahu a’lam...
            Dibalik dinding tebal itu aku pun hanya terdiam dan mengintip dari balik celah kecil, mengintip cahaya yang membuatku penasaran. Cahaya yang menurutku berbeda dengan cahaya lainnya. Cahaya yang tak mengumbar kilauan sinarnya yang hanya fatamorgana. Namun, sinarnya kecil, redup, samar dan jelas. Meskipun semua itu hanya persepsiku. Tapi aku sadar, aku hanya sosok dibalik dinding. Tak terlihat dan tak mungkin dihiraukan.
            Aku berpikir ada apakah dengan diriku? Kenapa penasaran ini muncul? Bagaimana juga aku bisa penasaran dengan itu? Toh banyak juga cahaya silau di sekelilingku, tapi dibalik dinding dan celah kecil ini kenapa justru yang membuatku penasaran? Ah, lagi-lagi aku hanya bisa mengucap wallau a’lam ......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar